cintaku di ambang pintu
Pilu tak kuasa merasa
Menyesak kalbu,
Mendesak, keluar , terasa hingga pembuluh darah
Menusuk, tertusuk pilu
Cintaku hanya di ambang pintu
Lalu terantuk, tertutup satu.
Cintaku habis menjadi abu
Kemana hati kan mengadu..
Semu
Dalam sunyi, galau membekas hati
Dalam murung, hampa menusuk jiwa
Aku, manusia tak lagi muda
Bahkan berpikir saja masih belum bisa
Bibir mulai menciut, menipis
Hilang rasa, hilang nyawa
Dalam keheningan aku menanti
Hingga ajal tak kuasa dihindari
Ayah..
Jaman tak lagi muda,
Mata tak lagi mampu bertatap sapa
Bibir sudah semakin mengering
Kuping yang tak lagi berfungsi
Kaki yang tak lagi bisa menopang ingin
Tidakkah engkau ingin seteguk air itu
Yang bisa mengembalikanmu muda lagi
Bayang” senja telah menyapa.
Izinkan aku tuk bersua..
Hampa
Dalam gelap angin berhembus kaku
Menyapu bayang” hitam dalam kalbu
Derai cemara yang berbisik tipis
Menegurku sembari bertanya:
“Kemana hatimu kau bakar habis?”
Buat engkau yang kukenang
Tertegun aku melihat bayang” itu
Menari indah di atas bukit permai
Menyanyi merdu berbalut pilu
Ingin kuraih kutegur dirimu
tapi berlari sembunyi di balik batu
malu malu aku mengejarmu
mengenal engkau wahai kasihku
dimana bulan bertaut rindu
ingin lagi kujumpa dirimu..
Pupus
hilang harap, asaku melayang
pilu hati, riang kubuang
mati gersang dimakan kumbang
tergeletak kaku terbaring meradang
aku pilu tak lagi bersenang
senyumku hilang, tawaku terbang
ingin kuberlari mengejar angan
apa daya maut menghadang.
Terbang
Ingin kupergi kuraih mimpi
Dengan angan pasti ku berlari
Aku adalah diriku sendiri
Kumenari mencapai mimpi
Bungaku Layu
Malam itu kita saling telanjang,
Berkecup-kecupan,
Berkasih-kasihan,
Kala senja berubah kelam.
Genggaman tanganmu erat,
Menghancurkan irama jiwa,
Menyulut api asmara,
sambil kita bercengkrama.
Jangan jadikan aku kuda pacumu
Lantas..
Jangan isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Jangan pula sembarang tembus jelajah dunia lalu balikkan
Peluk kecup perempuan jangan tinggalkan walau merayu
Tidak seenaknya Pilih kuda paling liar lalu pacu laju
Ingat dan Pikirkan siang malam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar